Pearl Harbor Hancur, AS Nyatakan Perang pada Jepang



Sehari setelah Jepang menghancurkan Pearl Harbor, pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Pulau Oahu, Presiden Franklin Delano Roosevelt mendapat persetujuan dari DPR AS untuk menyatakan perang terhadap Jepang.

Dilansir dari laman History, peristiwa 75 tahun lalu itu menjadi salah satu tragedi terburuk dalam sejarah militer AS, yang menyeret mereka terlibat dalam Perang Dunia II. Kelompok-kelompok pertahanan sipil dikerahkan.

Di New York, Wali Kota Fiorello LaGuardia, memerintahkan penangkapan semua warga Jepang, yang kemudian ditahan di Pulau Ellis. Di California, sistem pertahanan rudal disiagakan di Long Beach dan Hollywood Hills.

Warga AS keturunan Jepang membeli halaman di berbagai surat kabar, untuk mendeklarasikan kesetiaan mereka pada AS. Seiring munculnya berbagai laporan tentang aktivitas mata-mata yang dilakukan warga AS keturunan Jepang.

Washington mengeluarkan keputusan untuk memenjarakan semua orang Jepang, termasuk warga AS keturunan Jepang. AS sebenarnya telah menduga akan ada serangan dari Jepang, setelah Washington menolak mencabut sanksi ekonomi.

Saat itu, AS menuntut Jepang mundur dari Tiongkok, namun Jepang menolak dan menuntut AS lebih dulu mengakhiri embargo pengiriman minyak, yang sangat dibutuhkan Tokyo. Laporan intelijen, berdasarkan hasil penyadapan pesan dari Tokyo ke Duta Besar Jepang di AS.

Disebutkan bahwa Tokyo merencanakan aksi militer, jika hasil negosiasi hingga batas waktu 25 November, tidak memuaskan bagi Jepang. Namun, intelijen AS disebut gagal mencari kapan dan di mana Jepang akan melakukan serangan. 

Laksamana Isoruku Yamamoto mempelajari serangan Inggris pada armada Italia, pada November 1940, dan memimpin serangan serupa terhadap AS. Sedikitnya 360 pesawat diluncurkan dari enam kapal induk Jepang.

Pesawat pengebom Jepang pertama tiba pada pukul 07.55 pagi, dan diikuti 200 pesawat lainnya. Sebanyak 18 kapal AS tenggelam, dan lebih dari 180 jet tempur hancur, serta 150 pesawat lainnya rusak. Sementara itu, korban tewas tercatat lebih dari 2.400 orang.

Korban tewas dari pihak Jepang, dilaporkan kurang dari 100 orang. Serangan Jepang itu berhasil menghancurkan kekuatan AL AS di Pasifik, memberikan Tokyo ruang yang lapang untuk memperluas kekuasaannya di Asia Tenggara, termasuk Indonesia
Previous
Next Post »
Thanks for your comment